Senin, 27 Agustus 2012

Obatilah Sakit Dengan Shodaqoh


OBATILAH SAKIT DENGAN SHODAQOH


SHODAQOH ITU OBAT ?
Sesungguhnya Alloh Ta’ala menciptakan manusia di dunia ini tidak lain adalah untuk menguji mereka. Di antara mereka ada yang dikarunia nikmat agar selalu bersyukur dan memuji Allah Ta’ala dan di antaranya juga diberikan kesusahan agar mereka bersabar.
Oleh karena itu, dua sifat yang sangat mulia ini (sabar dan syukur) adalah karunia yang sangat agung dari Alloh Ta’ala. Sebab pada dasarnya ujian itu adalah bukti kecintaan Alloh kepada orang beriman tersebut. Bahkan bisa dikatakan bahwa musibah yang menimpa seseorang mukmin adalah termasuk nikmat Alloh Ta’ala yang besar jika ia bersabar dan mengharap pahala.

Salah satu ujian dan musibah yang sering menimpa manusia adalah sakit. Taktala hal itu menerpa sesorang mukmin, hendaknya ua berbaik sangka kepada Alloh Ta’ala dan berusaha mencari kesembuhan dengan cara-cara syar’I. Yang diperintahkan Alloh. Salah satu metode penyembuhan yang terdengar sangat langka namun sangat mujarab adalah dengan bershodaqoh.
Dari Hasan al-Bashri rodhiAlloh’anhu ia berkata: Rasululloh shollahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 “Obatilah orang yang sakit diantara kalian dengan shodaqoh” (Dikeluarkan oleh al-Baihaqi 3/382 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih at-Targhib wa at-Tarhib 744).
Nabi yang mulia Muhammad saw bersabda: “Setiap jiwa diwajibkan bersedekah..”, lebih lanjut beliau bersabda: “Ucapan yang baik adalah shodaqoh, menyingkirkan duri dari jalan adalah shodaqoh, setiap langkah menuju shalat adalah shodaqoh”.
Kalau kita perhatikan hadits ini, shodaqoh merupakan amalan penting yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia baik sebagai hamba maupun sebagai khalifah di muka bumi. Shodaqoh memiliki dimensi yang sangat luas, ia berlaku atas semua manusia dalam kondisi apapun, baik kaya maupun miskin. Shodaqoh bukan hanya bersifat materi, tetapi juga perbuatan baik terhadap sesama manusia. Orang kaya bisa bershodaqoh dengan materi, namun orang miskin pun bisa bershodaqoh dengan berbuat kebaikan ke sesama dan lingkungan. Ucapan yang baik, senyuman yang tulus, menyingkirkan duri, langkah menuju sholat, dan kebajikan-kebajikan lainnya termasuk shodaqoh. Jadi shodaqoh merupakan kebajikan yang universal dan bisa dilakukan oleh siapapun juga.
Betapa luasnya ladang kebajikan dalam agama islam, sehingga setiap individu bisa berpartisipasi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.  Kalau setiap muslim memahami makna shodaqoh ini dan berlomba-lomba mengamalkannya, maka akan tercipta hubungan kasih sayang antar manusia, empati, dan kekeluargaan. Setiap orang akan merasa bahagia saat ia bisa membahagiakan orang lain.
Nabi bersabda, “Sebaik-baiknya manusia ialah yang paling bertaqwa, mengajak kebaikan, melarang kemunkaran, serta menjaga silaturahmi”.
Balasan kebajikan tiada lain adalah kebajikan pula, ia selaras dengan kadar keikhlasan pelakunya dan pasti akan terjadi. Kalau pun tidak diterima di dunia, maka Alloh menjanjikan balasan yang sempurna di akhirat kelak. Alloh berfirman dalam QS Al-An’am 160, “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)”.
Seorang muslim hendaklah menjadi pembuka kebajikan dimanapun ia berada, karena kebajikan adalah pintu menuju surga. Nabi bersabda,”Hendaklah kalian berlaku jujur karena jujur akan menuju kebajikan, dan kebajikan akan mengantarkan ke surga”.  Betapa Pentingnya amalan shodaqoh ini, bahkan nabi mengIlustrasikan dalam sabdanya,”Takutlah kalian atas siksa neraka walaupun dengan cara bersedekah sepotong kurma, kalaupun tidak mampu, maka lakukan dengan perkataan baik”.
Kelebihan amal shodaqoh di antara jenis kebajikan lainnya, ia memiliki pahala yang tetap mengalir walaupun pelakunya sudah meninggal dunia. Nabi bersabda, “Apabila anak adam meninggal dunia, maka putuslah seluruh amalnya, kecuali sedekah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya”.
Jadi sesungguhnya, islam memberikan prioritas yang tinggi terhadap amal kebajikan yang berdimensi sosial dan kemanusiaan. Islam di masa lalu bisa memimpin peradaban dunia karena ditopang oleh akidah yang kokoh dan amalan shodaqoh yang luas. Keterpurukan umat Islam saat ini, salah satunya disebabkan kurangnya pemahaman dan pengamalan aqidah dan shodaqoh dalam makna yang sesungghunya. Maka seyogyanya, waktu hidup kita diisi dengan amalan shodaqoh sehingga memberi makna dan manfaat kepada orang lain. Dalam keyakinan islam setiap perbuatan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh, ia akan ditulis dalam catatan pribadi dan diperlihatkan di padang mahsar kelak.Sebagai penutup kita simak ungkapan dari salah seorang pemikir Islam :
 “Seorang shaleh tak akan dibiarkan sendiri oleh kehidupan, dan zaman akan mencatat amal baiknya”.


ADAB BERSHODAQOH :
1.       Hendaknya Anda bershodaqoh dari harta yang benar-benar halal, bukan yang syubhat (meragukan) apalagi haram.
2.       Meniatkan dengan shodaqoh tersebut untuk kesembuhan orang yang sakit karena semua amalan tergantung niatnya.
3.       Jika Anda adalah orang berada, bershodaqohlah dengan dermawan seperti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bershodaqoh.
4.    Jadikanlah shodaqoh Anda ikhlas karena Alloh semata. Semakin ikhlas suatu shodaqoh, semakin besar pahala dan buahnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan di antara orang yang akan dinaungi Alloh nanti pada hari kiamat: “Dan seseorang yang bershodaqoh lalu ia menyembunyikannya sampai tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kirinya” (HR. Muslim 1031)
5.   Hendaknya shodaqoh diberikan kepada orang sholih, bertakwa, dan orang yang bentul-betul membutuhkan bantuan.
6.     Jika shodaqoh Anda belum ada hasilnya, ulangilah lagi dan jangan berputus asa serta harus yakin dan percaya kepada Alloh Ta’ala.
7     Jika Alloh Ta’ala memberikan kesembuhan dengan sebab shodaqoh tersebut, hendaknya banyak bersyukur kepada-Nya dengan memperbanyak amal sholih. Di antara amal sholih yang utama namun telah banyak dilalaikan oleh kebanyakan kaum muslimin saat ini adalah menuntut ilmu agama. Mereka terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa dengan kewajiban menuntu ilmu agama Islam yang mulia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar