Selasa, 15 April 2014

Penjelasan singkat fiqih Puasa

BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang
Puasa adalah salah satu rukun Islam yaitu puasa dibulan Ramadan, sedangkan hukumnya jelas wajib dilaksanakan bagi setiap umat Islam, Namun pada pelaksanaannya banyak orang Islam yang melaksanakan puasa namun tidak tahu tentang tata cara melaksakanan puasa dengan baik, tidak tahu tenang macam-macam puasa, syarat wajib dan syarat sah puasa, tidak tahu tentang rukun puasa, dan apa-apa saja yang membatalkan puasa. Hingga dalam pelaksanaan tidak sesuai dengan syariat Islam, maka diharapkan makalah ini dapat sedikit memberikan pemahaman tentang puasa bagi orang Islam yang sesuai dengan syariat Islam.

B.            Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian puasa?
2.      Ada berapakah macam-macam puasa?
3.      Apa sajakah syarat wajib dan syarat sah puasa?
4.      Apa sajakah rukun puasa?
5.      Apa sajakah hal-hal yang membatalkan puasa?
6.      Apa hikmah puasa?

C.                Tujuan
1.      Mengetahui pengertian puasa
2.      Mengetahui macam-macam puasa
3.      Mengetahui syarat wajib dan syarat sah puasa
4.      Mengetahui rukun puasa
5.      Mengetahui hal-hal yang membatalkan pusa
6.      Mengetahui hikmah puasa


BAB II
PEMBAHASAN

1.              Pengertian Puasa
Puasa menurut bahasa Arab adalah “الصـــوم” artinya “Menahan diri dari segala sesuatu”. Seperti menahan makan, minum, nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebagainya.
            Menurut istilah yaitu, “ menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.”
 Firman Allah SWT :
(#qè=ä.ur (#qç/uŽõ°$#ur 4Ó®Lym tû¨üt7oKtƒ ãNä3s9 äÝø‹sƒø:$# âÙu‹ö/F{$# z`ÏB ÅÝø‹sƒø:$# ÏŠuqó™F{$# z`ÏB ̍ôfxÿø9$# (
 “Makan dan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam,  yaitu fajar.” (QS. Al Baqoroh :187)
Sabda Rasulullah SAW :
اعَـــنِ إبــــْـنِ عُمَـــــر قَالَ سَمِعْتُ النَّـــــبــِيّ ص.م يَقـــُــوْلُ : إِذَاأَقْبـــــَـلَ اللَّيــــْـــلُ وَأَدْبــَــــــــــــــــرَالنـَّـــــــــــهَارُ وَغـَــــــابَتُ الشَّمـْـــــــسُ فَقَــــــــــــدْأَفــْـــــــــــــطَرَالصـَّـــــــــائِمُث
(رواه البخـــــــــارى ومســــــــــلم)
Dari Ibnu Umar ia berkata, “saya telah mendengar Nabi  SAW. Bersabd : Apabila malam datang , siang lenyap, dan matahari telah terbenam, maka sesungguhnya telah datang waktu berbuka bagi orang yang puasa ”
(H.R Bukhari Muslim)

2.      Macam-Macam Puasa
Puasa ada empat macam yaitu :
a.       Puasa wajib, yaitu puasa bulan Ramadan, puasa kifarat, dan puasa nazar.
b.      Puasa sunnat.
c.       Puasa makruh.
d.      Puasa haram, yaitu puasa pada hari raya Idul Fitri, hari raya haji, dan tiga hari sesudah hari raya haji, yaitu tanggal 11,12 dan 13.

3.       Syarat Wajib Puasa
a.       Berakal sehat. Orang yang gila tidak wajib puasa
b.      Baligh (umur 15 tahun ke atas) atau ada tanda yang lain. Anak-anak tadak wajib puasa. Sabda Rasulullah :

رُفــــِـــعَ اْلقَـــــــلَمُ عَنِ ثَلاَثٍ عَنِ النَّــــــــائِمِ حَــــتَّى يَسْتَـــــــيْــــــقِظَ وَعَنِ اْلمــَـجْنـُــــــــوْنَ حــَــتَّى يَفِيْــــــــــــقَ وَعَنِ الصَّبـِـــــــيِّء حـَتَّى يَبْــلُغَ (رواه أبــــوداود والنســـــتائى)
“Tiga orang terlepas dari hukum (yaitu) orang yang sedang tidur hingga ia bangun, orang gila sampai ia sembuh, kanak-kanak sampai ia balig”. (Riwayat Abu Dawud dan Nasai)  
c.       Kuat/mampu berpuasa. Orang yang tidak kuat misalnya karena sudah tua atau sakit , tidak wajib puasa.
Firman Allah SWT:
`tBur tb$Ÿ2 $³ÒƒÍsD ÷rr& 4’n?tã 9xÿy™ ×o£‰Ïèsù ô`ÏiB BQ$­ƒr& tyzé& 3 ߉ƒÌãƒ ª!$# ãNà6Î/ tó¡ãŠø9$# Ÿwur ߉ƒÌãƒ ãNà6Î/ uŽô£ãèø9$# ....
“Barang siapa sakit atu sedang dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”.
(AL baqoroh:185)
’n?tãur šúïÏ%©!$# ¼çmtRqà)‹ÏÜム×ptƒô‰Ïù ãP$yèsÛ &ûüÅ3ó¡ÏB
“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika meraka tidak berpuasa ) membayar fidyah, (yaitu) : memberi makan seorang miskin ”. (QS. Al Baqarah:184)

4.      Syarat Sah Puasa
Syarat sah puasa itu ada 4 perkara :
a.       Islam
b.      Berakal.
c.       Suci dari yang menyamai haid.
d.      Mengetahui keadaan waktu itu bisa untuk mengerjakan puasa

5.      Rukun Puasa
Rukun-rukun puasa itu ada 3 perkara :
a.       Niat pada waktu malam untuk tiap-tiap satu hari didalam puasa fardhu.
b.      Meninggalkan yang membatalkan puasa secara sadar, tidak terpaksa, tidak bodoh (tahu) yang kena udzur.
c.       Ada orang yang puasa

6.      Yang Membatalkan Puasa

a.       Sesuatu yang masuk dengan sengaja kedalam lubang tubuh.
b.      Atau (masuk) kedalam kepala.
c.       Memasukan obat kesalah satu kemaluan muka atau belakang.
d.      Muntah dengan sengaja.
e.       Bersetubuh pada kemaluan dengan sengaja.
f.       Mengeluarkan air mani karena bersentuhan.
g.      Haidh.
h.      Nifas.
i.        Gila.
j.        Murtad.

7.      Hikmah Puasa

Ibadah puasa itu mengandung beberapa hikmah, diantaranya sebagai berikut:
a.       Tanda terima kasih kepada Allah karena semua ibadah mengandung arti terima kasih kepada Allah atas nikmat pemberian-Nya yang tidak terbatas banyaknya, dan tidak nilai harganya.
Firman Allah SWT:
bÎ)ur (#r‘‰ãès? |MyJ÷èÏR «!$# Ÿw !$ydqÝÁøtéB 3
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, (maka) tidaklah kamu dapat menghitungnya”. (Q.S Ibrahim :34)
b.      Didikan kepercayaan. Seseorang yang dapat menahan makan dan minum dari harta yang halal kepunyaannya sendiri, karena ingat perintah Allah sudah tentu ia tidak akan meninggalkan segala perintah Allah, dan tidak akan berani melanggar segala larangan-Nya.
c.       Didikan perasaan belas kasihan terhadap fakir-miskin karena seseorang merasa sakit dan pedihnya perut keroncongan. Hal itu akan dapat mengukur kesedihan dan kesusahan orang yang sepanjang masa merasakan ngilunya perut yang kelaparan karena ketiadaan. Dengan demikian, akan timbul perasaan belas kasihan dan suka menolong fakir miskin
d.      Guna menjaga kesehatan.







BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang membatalkannya, satu hari lamanya, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat dan beberapa syarat.
2.      Puasa ada empat macam yaitu : Puasa wajib, puasa sunnah, puasa makruh, puasa haram.
3.      Syarat wajib puasa yaitu: berakal sehat, baligh, kuat berpuasa. Sedangkan syarat sah puasa itu ada 4 perkara : Islam, berakal, suci dari yang menyamai haid, Mengetahui keadaan waktu itu bisa untuk mengerjakan puasa
4.      Rukun puasa ada 3 yaitu : Niat, meninggalkan yang membatalkan puasa, dan ada orang yang berpuasa.
5.      Yang membatalkan puasa diantaranya : Sesuatu yang masuk dengan sengaja kedalam lubang tubuh, atau (masuk) kedalam kepala, memasukan obat kesalah satu kemaluan muka atau belakang, muntah dengan sengaja, bersetubuh pada kemaluan dengan sengaja, mengeluarkan air mani karena bersentuhan, haidl, nifas, gila, murtad.
6.      Adapun hikmah puasa diantaranya : Tanda rasa syukur kepada Allah, guna menjaga kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

DR. Musofa Diibul Bigha(1984). Fiqih Syafii terjemah Ny. Adlchiyah Sunarto dan M. Multazam. Sawahan : CV. Bintang Pelajar

H. Sulaiman Rasjid .2013.Fiqih Isalm. Bandung:Sinar Baru Algesindo.


Salim bin Smeer al Hardhrami,(TT). Safinatun Najah terjemah Ach. Sunarto. Jakarta: Pustaka Amani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar