Selasa, 15 April 2014

Ulumul Qur'an : Asbabun Nuzul

KATA PENGANTAR

Puji syukur pemakalah panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Asbabun Nuzul.  Alhamdulillah makalah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktunya, walaupun makalah ini kami sadari masih banyak kekurangan, sehingga mungkin bagi kita untuk terus belajar dan mendalaminya, oleh karena itu kami sangat membutuhkan partisipasinya untuk dapat memberikan kritik dan saran kepada kami.
Makalah ini kami susun agar kami bisa memahami tentang Asbab an-Nuzul Al-Qur’an (sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an), sehingga tidak hanya menjalankan kewajiban dalam mengerjakan tugas semata, tetapi juga bisa memberikan manfaat kepada pembacanya. Dalam proses penulisan makalah ini,  kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan kelompok kami yang telah banyak membantu dalam proses penyusunan makalah ini serta kami ucapkan terima kasih kepada bapak dosen mata  kuliah Ulumul Qur’an yang telah memberikan arahan kepada kami  sehingga kami lebih mudah dalam menyelesaikan tugas ini.  Sekian yang dapat kami sampaikan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi yang membacanya. Amiin..




BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar belakang

Pada masa Nabi SAW. terkadang ada suatu pertanyaan yang dilontarkan kepada beliau atau permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, dengan maksud meminta ketegasan hukum atau penjelasan secara terperinci tentang urusan-urusan agama, sehingga turunlah beberapa ayat dari ayat-ayat Al-Qur’an, hal yang seperti itulah yang dimaksud dengan asbabun nuzul.
Sedemikian pentingnya hingga Ali Ibn Al-Madiny guru dari Imam Bukhari menyusun ilmu asbabun nuzul secara khusus, kemudian ilmu asbabun nuzul berkembang sehingga memudahkan para mufassirin dalam menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur’an serta memahami isi kandungannya.
Dalam makalah ini kami akan sedikit membahas tentang hal-hal yang berkaitan dengan asbabun nuzul, mulai dari pengertian asbabun nuzul, cara mengetahui asbabun nuzul, macam-macam asbabun nuzul, serta faidah yang ada dalam mengetahui asbabun nuzul.

2.      Rumusan masalah

a)      Apa pengertian Asbabun Nuzul ?
b)      Bagaimana cara mengetahui Asbabun Nuzul ?
c)      Apa saja macam-macam Asbabun Nuzul ?
d)     Apa faidah mengetahui Asbabun Nuzul ?



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Asbabun Nuzul

Menurut bahasa, asbabun nuzul berarti sebab-sebab turunnya, berasal  dari kata “asbaab” merupakan bentuk jamak dari kata “sababa” yang artinya sebab-sebab, sedangkan kata “nuzul” berasal dari kata “nazala” yang artinya turun, yang dimaksud disini adalah ayat-ayat Al-Qur’an. Sedangkan menurut para ahli, asbabun nuzul terdapat banyak pengertian, diantaranya :
1. Menurut Az-Zarqani :
“Asbab an-Nuzul adalah hal khusus atau sesuatu yang terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat Al-Qur’an yang berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi”.
2. Menurut Ash-Shabuni :
“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa atau kejadian yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yang berhubungan dengan peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi atau kejadian yang berkaitan dengan urusan agama”.
3. Menurut Mana’ Al-Qaththan :
“Asbab an-Nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya A-Qur’an berkenaan dengan waktu peristiwa itu terjdi, baik berupa suatu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi”.
Meskipun redaksi-redaksi pendefinisian di atas berbeda-beda, tapi semuannya menyimpulkan bahwa asbabun nuzul adalah suatu hal yang melatarbelakangi ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan untuk menerangkan status hukumnya, baik berupa peristiwa maupun pertanyaan. Bentuk peristiwa itu sendiri berupa konflik sosial, kesalahan-kesalahan besar yang dilakukan oleh para sahabat, dan berupa pertanyaan yang diajukan berkaitan sesuatu yang telah lewat, sedang atau yang akan terjadi.

B.     Cara Mengetahui Asbabun Nuzul
 Asbabun nuzul tidak bisa diketahui dengan akal (rasio) saja, tidak lain mengetahuinya harus berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih dan didengar langsung dari orang-orang yang mengetahui turunnya Al-Qur'an atau dari orang-orang yang memahami asbabun nuzul, lalu mereka menelitinya dengan cermat, baik dari kalangan sahabat, tabi'in atau lainnya, dengan catatan pengetahuan mereka diperoleh dari ulama-ulama yang dapat dipercaya.
Al-Wahidy dalam kitabnya Asbab An-Nuzul mengatakan, “Pembicaraan asbab an-Nuzul tidak dibenarkan kecuali dengan berdasarkan riwayat dan mendengar dari mereka yang secara langsung menyaksikan peristiwa nuzul dan bersungguh-sungguh dalam mencarinya”.
Para ulama salaf sangatlah keras dan ketat dalam menerima berbagai riwayat yang berkaitan dengan asbabun nuzul. Keketatan mereka itu dititikberatkan pada seleksi pembawa riwayat (perawi), sumber riwayat (isnad), dan redaksi berita (matan). Bukti keketatan itu diperlihatkan oleh Ibnu Sirin ketika menceritakan pengalamannya, “Aku pernah bertanya kepada Ubadah tentang sebuah ayat Al-Qur’an, tetapi ia menjawab; “Hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah dan berbicaralah yang benar. Orang-orang yang mengetahui mengenai apa ayat-ayat Al-Qur’an diturunkan sudah tidak ada lagi”.
Akan tetapi kekeritisan mereka tidak dikenakan kepada para sahabat, oleh karena itu pula Ibn Shalah, Al-Hakim, dan para ulama hadits lainnya menetapkan, “Seorang sahabat Nabi yang mengalami masa turunnya wahyu, jika ia meriwayatkan suatu berita tentang asbabun nuzul, riwayatnya itu berstatus marfu”.
Sedangkan berkaitan dengan asbabun nuzul, ucapan seorang tabi’in tidak dipandang sebagai hadits marfu, kecuali bila diperkuat denagn hadits mursal lainnya, yang diriwayatkan oleh seorang imam tafsir yang dipastikan mendengar hadits itu dari Nabi SAW.

C. Macam-macam Asbabun Nuzul
            Asbabun Nuzul atau sebab-sebab turunnya Al-Qur’an memiliki beberapa macam diantaranya yaitu :

1. Dilihat dari sudut pandang redaksi-redaksi yang digunakan dalam riwayat asbabun nuzul.
·         Sarih (jelas)
Artinya riwayat yang memang sudah jelas menunjukkan asbabun nuzul dengan indikasi menggunakan lafal (pendahuluan).
Contoh : Apabila periwayat yang mengatakan, “Sebab turunnya ayat ini adalah begini...”, atau “Telah terjadi peristiwa begini...maka turunlah ayat ini...”, atau “Rasulullah pernah ditanya tentang....maka turunlah ayat ini...”.
·         Muhtamilah (kemungkinan atau belum pasti)
Artinya riwayat belum dipastikan sebagai asbabun nuzul karena masih terdapat keraguan.
Contoh : Apabila periwayat mengatakan, “Saya kira ayat ini turun berkenaan dengan....”, dan kata-kata yang semisalnya.
2. Dilihat dari sudut pandang terbilangnya asbabun nuzul untuk satu ayat atau terbilangnya ayat untuk satu sebab asbabun nuzul.
·         Ada beberapa sebab yang hanya melatarbelakangi turunnya satu ayat.
·         Ada satu sebab yang hanya melatarbelakangi turunnya beberapa ayat.

D.    Faidah Mengetahui Asbabun Nuzul
Berikut ini adalah faidah dari  mengetahui asbabun nuzul Al-Qur’an :
1.      Menjelaskan hikmah atau syariat Islam dan mengetahui tujuan diberlakukannya syari’at bagi umat Islam.
2.      Mengetahui wilayah cakupan suatu hukum meskipun ayat tersebut diturunkan dalam bentuk yang umum. Hal ini untuk menjawab persoalan-persoalan khilafiah (perbedaan pendapat) yang pasti terjadi dimasyarakat, sebagaimana firman Allah SWT.
“ Sungguh kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat ”.
(Q.S  Adz-Dzariyaat  : 8)
3.      Memudahkan untuk memahami isi kandungan dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
4.      Memberikan pengetahuan tentang turunya ayat.
5.      Membantu dalam mengatasi ketidakpastian dalam menangkap pesan ayat-ayat Al-Qur’an.
6.      Mengidentifikasikan pelaku yang menyebabkan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Dari uraian di atas dapat kami simpulan bahwa, asbabun  nuzul merupakan suatu bentuk hal pendorong yang menyebabkan bebrapa ayat Al-Qur’an diturukan sebagai petunjuk (Al-Huda) bagi seluruh umat Islam dalam menjalani kehidupan ini. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam  surah Al-Baqarah ayat 2 :
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya;  petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”
Al-Qur’an sebagai kitab umat Islam tentu harus berhati-hati dalam menafsirkan ayat, tidak bisa menafsirkannya secara sembarangan dengan akal manusia saja, tetapi perlu adanya pemahaman yang benar serta ilmu yang bisa dijadikan pedoman dalam menafsirkan ayat demi ayat sehingga ayat tersebut bisa menjadi petunjuk yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh umat pesan yang disampaikan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut. Orang akan salah menangkap pesan-pesan Al-Qur’an secara utuh, apabila hanya memahami bahasanya saja, tanpa memahami konteks historisnya. Dalam hal ini ilmu asbabun nuzul juga ikut membantu dalam memahami dan menafsirkan ayat melalui kisah-kisah yang terjadi ketika dimasa ayat Al-Qur’an masih diturunkan (‘ashr at-tanzil), sehingga kita bisa mengetahui mengenai apa dan berfungsi dalam hukum apa ayat tersebut diturunkan.

DAFTAR PUSTAKA

Sholihin, Muhammad.Ulum Al-Qur’an.Bandung.Pustaka Setia.2013
Abdul Khozim, Ahmad.Pengantar Ulumul Hadits.Cirebon.STAI BBC.2012
Manna’ Kholil Al-Qattan.Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an.Bogor.Pustaka Litera Antar Nusa.2009
Al-Qur’an dan Terjemah Departemen Agama RI.Jakarta.Pustaka Agung Harapan.2006


Tidak ada komentar:

Posting Komentar